Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Selamat datang di blog baru saya. Udah lama gak posting. Mumpung hari libur dan gak banyak tugas, saya akan posting mengenai naskah drama islami. Biasanya kalau lagi banyak tugas nih, waduh.. sibuknya MasyaAllah... sampai-sampai cucian numpuk beberapa hari eehhh..... :v. Oh iya, saya hampir lupa. dalam postingan ini, yang gak kalah penting yaitu koneksi internet. Mumpung lagi di PonPes, yang tentunya ada koneksi WiFinya hehehe....
Baiklah, langsung saja. Ini dia, naskah dramanya.
PEMUDA DALAM DIMENSI AL QUR’AN
Cerita ini mengkisahkan tentang 3 orang sahabat yang selalu
bersama baik dalam keadaan suka maupun duka. Mereka adalah Aji, Mahmud, dan
Makmur. Dahulu Aji adalah anak yang menghafalkan Al-Qur’an. Menginjak usia
remaja, Aji mulai meninggalkan hafalannya karena merasa gengsi dengan
teman-temannya. Sebelum kami menampilkan drama ini, kami akan memperkenalkan
tokoh-tokoh yang terlibat.
(perkenalan)
Menjelang adzan maghrib, mereka bertiga berkumpul di sebuah
gerdu yang merupakan tempat berkumpul mereka setiap hari. Anehnya hampir setiap
hari mereka melakukan kegiatan ini, namun tak jelas apa maksud dan tujuan
perkumpulan tersebut. Tiba-tiba ada 2 anak muda dengan pakaian rapi datang
menghampiri mereka.
Rahmat
& Ari : Assalamu’alaikum.
3
anak : Wa’alaikumsalam.
Ari : sudah maghrib mas,
ayo ke masjid.
Aji : engkok ae wes rek,
menisan di jama’ karo shalat isya’.
Rahmat :
astaghfirullah, jika kalian bukan orang yang berkepentingan, maka tidak sah
shalat kalian jika di jama’
Mahmud : yo’opo ji?
Aji : ndak usah direken
wes arek koyok ngono, sok alim iku.
Rahmat :
ya sudah terserah kalian, yang jelas kami sudah mengingatkan.
Makmur : yo wes ngenteni opo, ngaleh
kono!
Rahmat :
ya sudah kami permisi, wassalamu’alaikum.
Sesampai di masjid, mereka segera melaksanakan shalat
maghrib berjama’ah. Namun, ada suatu pengumuman yang menghambat mereka masuk
masjid. Di mana pengumuman tersebut, merupakan pengumuman lomba. Seusai membaca
pengumuman mereka masuk dan shalat berjama’ah.
(shalat)
Pak
RT : kenapa kalian
terlambat ke masjid?
Rahmat :
maaf pak, kami tadi terlambat karena kami berhenti dulu di gerdu.
Pak
RT : memangnya ada apa?
Ari :
tadi ada mas Aji dan teman-temannya, jadi kami mengajak mereka untuk pergi ke
masjid, tapi mereka menolak.
Pak
RT : oo... begitu!!!
Kalian sudah membaca pengumuman di depan?
Ari
& Rahmat : sudah pak!
Pak
RT : ya sudah, kalau
begitu kalian siap-siap ya, untuk lomba besok, saya mau nyusul Aji dulu.
Ari
& Rahmat : iya pak
Pak
RT : assalamu’alaikum.
Ari
& Rahmat : wa’alaikumsalam.
Setelah percakapan tadi, Pak RT segera menyusul Aji. Ketika
pak RT sudah dekat dengan gerdu, salah seorang diantara mereka, yaitu mahmud,
melihat hal tersebut.
Mahmud : waduh ono bapakmu ji....
Aji : iyo ta, sing genah awakmu,
ojo guyon tayar pesek kon
Mahmud
: iyo!!! Delok’en po’o!!!
Pak
RT : Aji.......
Aji : eh bapak, ada apa
pak?
Pak
RT : ngapain kamu disini
Aji : anu pak, mmmmm.....
Pak
RT : anu anu apanya, ayo
ikut bapak.
Pak
RT : kamu sudah shalat?
Aji : belum pak
Pak
RT : karena kamu belum
shalat, maka hukumannya kamu harus ikut lomba besok
Aji : hah... lomba??
Pak
RT : iya lomba tahfidz,
kalau kamu gak ikut, kamu akan bapak kawinkan.
Setelah kejadian tersebut pak RT pulang (Makmur &
mahmud mendekat)
Makmur : opo’o ji...?
Aji : aku dikongkon melu
lomba tahfidz kesok
Mahmud : terus lek ndak melu opo’o?
Aji : lek ndak melu, aku
kate dikawino
Mahmud : terus yo’opo?
Aji : yo yo’opo maneh,
terpaksa tak jawab “kapan kawine pak?”
Makmur : awakmu guyon tok ae...
Aji : alah ndak usah
dipikir ayo nang masjid wes..
Keesokan harinya acara mulai dipersiapkan oleh panitia.
Warga mulai berdatangan.
Aji : lapo awakmu ndek
kene?
Mahmud : aku karo makmur dikongkon melu
lomba hafidz Qur’an.
Aji : alhamdulillah (sujud
syukur)
Makmur : opo’o awakmu kok sujud?
Aji : yo... aku bersyukur
ae, ono koncone.
Mahmud : ayo mlebu wes!!!
Panitia :
assalamu’alaikum. Sebelum kita memulai acara ini ada baiknya kita berdo’a
terlebih dahulu dengan dipimpin ustadz Muhsin. Kepada ustadz kami persilahkan.
(ustadz Muhsin
memimpin do’a )
Panitia : menuju ke sesi yang kedua
yaitu acara peresmian lomba, kepada pak RT kami persilahkan.
Pak
RT : dengan ini
perlombaan hafidz Qur’an saya resmikan.
(para hadirin
bertepuk tangan)
Panitia :
langsung saja kita menuju acara inti, peserta pertama adalah ananda Rahmat,
waktu dan tempat kami persilahkan.
(ust memberi
soal dan Rahmat bisa menjawab)
Panitia :
peserta kedua adalah ananda Ari, waktu dan tempat kami persilahkan.
(ust memberi soal dan Ari bisa menjawab)
Panitia :
peserta ketiga adalah ananda Mahmud, waktu dan tempat kami persilahkan.
(ust memberi soal dan Mahmud tidak bisa menjawab)
Panitia :
peserta keempat adalah ananda Makmur, waktu dan tempat kami persilahkan.
(ust
memberi soal dan Makmur tidak bisa menjawab)
Panitia :
peserta terakhir adalah ananda Aji, waktu dan tempat kami persilahkan.
(ust
memberi soal dan Aji tidak bisa menjawab)
Aji :
pas....!!!!!
Ustadz :
loh.....!!! pertanyaannya hanya 1.
Aji :
ah masa tadz!! Entar ustadz bo’ong lagi!!
Ustadz :
kalau tidak percaya, tanyakan ke hadirin atau temanmu!!
Aji :
iyo ta rek...?????
Makmur :
emmmm.. gak percoyo!!!
Ustadz :
bagaimana ananda Aji??
Aji :
nyerah wes tadz
Ustadz :
ya sudah silahkan kembali.
Panitia :
baiklah, diantara peserta lomba yang telah tampil, menurut pendapat juri atas
rekapan nilai yang telah didapat, ada dua anak yang terbaik. Mereka adalah Rahmat
dan A...........ri.
Panitia :kepada
pak RT dimohon untuk menyerahkan hadiah.
(penyerahan
hadiah)
Panitia :
baiklah, menuju sesi yang terakhir yaitu penutupan mari kita tutup acara ini
dengan bacaan hamdalah.
Setelah acara selesai, para hadirin pulang kerumahnya
masing-masing. Pada saat itu pula, pak RT sedang memarahi Aji karena hasil yang
sangat buruk, pak RT membanding-bandingkan antara Aji dengan Ari.
Pak RT :
gimana kamu ini..!!! lihat adikmu!!! Masa kalah sama adikmu. Mulai detik ini,
kamu harus berubah. Jika kamu selama 1 bulan tidak bisa menghafal 3 juz, maka
kamu tidak akan mendapat uang saku hingga kamu mencapai target.
Mengerti....!?!?!?!?!?!?!?!?!?
Aji : iya pak, Aji
mengerti.
Setelah pak RT memarahi Aji, mereka pun pulang. Dan setelah
kejadian itu pula, Aji dan teman-temannya berubah 100%. Mereka telah menjadi
seorang pemuda yang hafidz serta sholeh.
Kesimpulan yang dapat kita ambil
dari kisah ini adalah:
1.
Jangan meninggalkan
Al-Qur’an.
2.
Janganlah merasa gengsi
terhadap segala bentuk kebaikan.
3.
Jangan menunda-nunda waktu.
Demikian postingan saya kali ini. Semoga bermanfaat. Mohon ijin terlebih dahulu sebelum copas ya..
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
#naskah #drama #islami #pemuda #dalam #dimensi #alquran
#naskah #drama #islami #pemuda #dalam #dimensi #alquran
